Sinjai, MarajaNews – Komunitas Muda Panrita Sinjai (KOMPAS) resmi terbentuk pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Cafe Seduhasta, Jalan Persatuan Raya, Kelurahan Biringgere, Kabupaten Sinjai.
KOMPAS hadir sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi pemuda Sinjai yang berorientasi pada pertumbuhan intelektual, sosial, serta penguatan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi gerakan.
Komunitas ini diinisiasi oleh tiga pemuda dari latar wilayah berbeda, yakni Rahmat Basalamah (Sinjai Selatan), Ikhlasul Amal (Sinjai Timur), dan Andi Yan Alfaidi (Sinjai Utara).
Mereka bersepakat membangun ruang bersama bagi generasi muda untuk saling terhubung, bertumbuh, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam forum pembentukan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan tersebut, para peserta juga menyepakati struktur awal kepengurusan.
Ikhlasul Amal dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum KOMPAS, dengan dukungan dari para inisiator dan peserta yang hadir.
“KOMPAS hadir sebagai ruang nyaman bagi pemuda untuk bertumbuh, belajar, dan memberi dampak nyata bagi Sinjai,” ujar Amal.
Selain sebagai ruang kolaborasi, KOMPAS juga memiliki corak spiritual yang menjadi ciri khas dalam pergerakannya.
Nilai-nilai keislaman, pembinaan akhlak, serta semangat memperbaiki diri menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas yang akan dijalankan.
Ke depan, KOMPAS akan mengembangkan berbagai kegiatan berbasis sistem volunteer (relawan), sebagai upaya membuka ruang partisipasi yang luas bagi pemuda untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial, edukasi, dan pembinaan masyarakat.
KOMPAS juga menegaskan komitmennya sebagai ruang yang terbuka untuk semua kalangan.
Siapa pun dapat bergabung tanpa memandang latar belakang, selama memiliki semangat untuk bertumbuh dan berkontribusi.
“Kami ingin merangkul semua kalangan di sini kita bukan hanya berkumpul, tapi tumbuh bersama dan bergerak dengan nilai,” tambahnya.
Komunitas ini diharapkan menjadi tempat yang nyaman bagi anak muda sebuah ruang untuk belajar, berkembang, mengasah kepekaan sosial, sekaligus memperkuat spiritualitas.
Dengan pendekatan yang santai namun bermakna, KOMPAS ingin menghadirkan suasana “seru-seruan yang bertumbuh”, di mana pemuda tidak hanya berkumpul, tetapi juga pulang dengan nilai, pengalaman, dan semangat baru.
Dengan semangat “bertumbuh bersama”, KOMPAS diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi muda yang tidak hanya aktif dan berdaya, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan kepedulian sosial yang tinggi.





