Sinjai, MarajaNews—Damkar Kabupaten Sinjai mencatatkan serangkaian peristiwa kebakaran yang melanda pemukiman warga hingga lahan kehutanan selama periode Januari hingga April tahun 2026.
Muh Yamin kasi Operasi Damkar Sinjai Mengatakan Berdasarkan data resmi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sinjai, terdapat 12 kejadian utama di wilayah Sinjai, ditambah 3 kejadian di wilayah tetangga (Kajuara, Bone) yang turut ditangani.
Ia merincikan data kejadian pada bulan Januari Terjadi 6 kasus di Sinjai.
Peristiwa paling menonjol menimpa rumah Bapak Daha di Tellu Limpoe dengan kerugian mencapai Rp400 juta, menghanguskan emas, uang tunai, hingga puluhan karung gabah.
Kasus lainnya meliputi kebakaran lahan Pemda, rumah Yahya Mansur (kerugian Rp70 juta), serta lahan milik Ufu.
Selain itu, Damkar juga membantu penanganan 2 kasus di Kajuara, Bone.
Sedangkan pada februari Tercatat 2 kasus kebakaran yang melanda wilayah Bongki dan Kajuara dengan total kerugian materiil mencapai Rp160 juta.
Dan hingga akhir bulan Maret , terdapat 6 kasus yang didominasi kebakaran rumah permanen dan rumah kayu di Bulupoddo, dengan total taksiran kerugian sekitar Rp270 juta.
Kasi Operasional Damkar Sinjai, Muh. Yamin mengungkap kan Berdasarkan investigasi lapangan, Damkar Sinjai mengidentifikasi tiga pemicu utama kebakaran
“Ada beberapa penyebab terjadinya kebakaran seperti Arus Pendek Listrik (Korsleting), kemudian pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan di tempat terbuka, api tungku masak yang lupa di padamkan serta aktifitas pembukaan lahan dihutan” Ungkap nya
Selain menghanguskan bangunan rumah tinggal dan lahan, kebakaran di awal tahun ini juga melahap aset berharga warga, mulai dari kendaraan bermotor, perhiasan emas, pupuk, hingga hewan ternak seperti sapi dan kuda.
“Total taksiran kerugian dari beberapa kejadian besar yang tercatat selama Januari hingga Maret ini telah melampaui angka Rp800.000.000,”tutup Muh. Yamin.





