SINJAI, MarajaNews – Selama bulan suci Ramadan 1447 H, Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an (PPTQ) Wahdah Islamiyah Sinjai kembali mengutus para santrinya untuk mengemban amanah sebagai imam salat Tarawih di berbagai masjid.
Penugasan ini tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Sinjai, bahkan hingga menjangkau Kabupaten Bulukumba dan Barru.
Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat sekaligus pembinaan mental dan penguatan kapasitas hafalan santri dalam memimpin ibadah secara langsung di tengah jamaah.
Di Kabupaten Bulukumba, tepatnya di Kecamatan Kajang, Ashar Muslim bertugas di Masjid Batu Li Manung, Desa Pattiroang.
Sementara di Kabupaten Barru, Alif Al Fathanah dipercaya mengisi Tarawih di Masjid Syuhada 45 Lisu pada 15 malam terakhir Ramadan.
Adapun di wilayah Sinjai, para santri mengisi berbagai masjid yang membutuhkan imam dengan bacaan tartil dan sesuai kaidah tajwid.
Berikut daftar nama santri beserta masjid penugasannya:
- Ahmad Fauzan – Masjid Fastabiqul Khoirot, Ellue
- Muh Rayyan Khalilurrahman – Masjid Sami’ih (5 malam pertama) dan Masjid Fastabiqul Khoirot, Ellue
- Ammar Sholeh – Masjid Al Baqarah, Laggoppo
- Alif Al Fathanah – Masjid Syuhada 45 Lisu, Kabupaten Barru (15 malam terakhir)
- Ahmad Faiz Al Mathrud – Masjid Babul Jihad, Pangasa
- Muhammad Sofwan – Masjid Babussalam, Moroanging
- Daimul Haq – Masjid Rayatuliman, Polewali
- A. Khaliqul Darwan – Masjid Al Amir, Lompu
- Fathir Izzat Kahar – Masjid Al Amir, Lompu
- Rezky Naufal Dzakwan – Masjid Syuhada 45 Babul Khair, Kelurahan Bongki
- Muh Fuad S – Masjid Syuhada 45 Babul Khair, Kelurahan Bongki
- Amru Ridho – Masjid Nurul Huda, Dumme
- Fawwaz – Masjid Babul Jihad, Pangasa
- Nidzam Ali – Masjid Jami’ Khairul Yaqin, Desa Alenangka
- Ashar Muslim – Masjid Batu Li Manung, Desa Pattiroang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba
Pimpinan Pondok, KM Hamdan Munir, menegaskan bahwa program ini menjadi wadah latihan nyata bagi santri agar siap berkhidmat di tengah umat.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk mengasah mental dan tanggung jawab santri. Mereka tidak hanya menjaga hafalan, tetapi juga belajar menjadi pelayan umat yang amanah,” ujarnya.
Kepercayaan masyarakat yang terus mengalir, termasuk dari luar kabupaten, menjadi indikator positif atas kualitas pembinaan tahfiz di PPTQ Wahdah Islamiyah Sinjai.
Diharapkan, lantunan ayat-ayat suci yang dikumandangkan para santri menghadirkan suasana Ramadan yang lebih khusyuk dan penuh keberkahan.





