Pohon Lapuk Ancam Keselamatan Pengendara, PMII Soroti Kinerja DLHK Sinjai

(Dok.Istimewa)

SINJAI, MarajaNews—Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Sinjai menyoroti tajam kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sinjai.

Ketua PMII Sinjai Amar Amrullah menilai DLHK telah gagal dan tidak becus dalam melakukan pengawasan terhadap pohon-pohon tua dan lapuk yang kini menjadi ancaman nyata bagi nyawa pengendara dan masyarakat umum.

Bacaan Lainnya

Hingga hari ini dari hasil pantauan di lapangan menunjukkan banyak pohon dengan kondisi batang rapuh dan dahan kering masih berdiri kokoh di sepanjang jalan utama maupun jalan penghubung antarwilayah. Kondisi paling krusial terpantau di jalur poros Sinjai-Bulukumba, mulai dari Desa Saukang, Desa Kampala, hingga Desa Salohe, Kecamatan Sinjai Timur.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Menghantui, DLHK Sinjai Bungkam Soal Ancaman Pohon Lapuk

Ketua PC PMII Sinjai Amar juga menegaskan bahwa keberadaan pohon-pohon yang miring ke badan jalan tersebut adalah “bom waktu”.

Berdasarkan laporan warga, cuaca ekstrem berupa angin kencang beberapa hari terakhir telah memakan korban dan hampir mencelakai pengendara seperti yang dialami saudara Adi (34) di jalur poros Sinjai-Bulukumba.

“Kami menilai DLHK Kabupaten Sinjai telah abai. Menunggu adanya korban jatuh baru kemudian bertindak adalah bentuk kelalaian birokrasi yang tidak bisa ditoleransi. Ini bukan lagi soal estetika kota, tapi soal keselamatan nyawa manusia,” tegas amar Ketua PMII Sinjai.

PMII Sinjai menilai DLHK tidak menjalankan fungsi pemetaan dan evaluasi rutin. Minimnya respons dari Kepala Dinas DLHK, H. Sofwan, terhadap keluhan masyarakat mencerminkan lemahnya kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada warganya.

Baca Juga:  Kadis DLHK Bungkam Soal Pohon Lapuk Ancam Keselamatan Pengendara Trans Sinjai-Bulukumba

Atas kondisi yang mendesak ini, PC PMII Sinjai menyatakan sikap dan mendesak DLHK Kabupaten Sinjai segera melakukan penyisiran, pendataan, dan penertiban (eksekusi) terhadap pohon-pohon lapuk di seluruh ruas jalan Kabupaten Sinjai tanpa tapi dan nanti.

Serta Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui DLHK wajib membuka kanal pengaduan publik yang responsif dan transparan terkait potensi bahaya lingkungan agar masyarakat bisa melaporkan titik-titik rawan secara langsung.

Dan Mendesak Bupati Sinjai untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas DLHK yang dianggap lamban dan tidak responsif terhadap ancaman keselamatan publik di tengah cuaca ekstrem.

PC PMII Sinjai menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan oleh buruknya tata kelola birokrasi.

Baca Juga:  Tunjukkan Progres Luar Biasa, Bank Sampah Pasimarannu Jual 300 Kg Sampah Terpilah ke DLHK Sinjai di Pantai Marana

Kami akan terus mengawal isu ini hingga ada langkah konkret di lapangan. Jangan biarkan kelalaian ini berubah menjadi tragedi yang lebih besar.

Pos terkait