Sinjai, MarajaNews—Peristiwa memilukan menimpa seorang petani di Dusun Bulujampi, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai.
Korban dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersambar petir saat sedang berteduh di sebuah rumah sawah, Kamis sore (09/04/2026).
Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso, membenarkan kejadian tersebut.
Korban diketahui beridentitas Kahar Bin Mima (38), seorang petani yang beralamat di Dusun Bulujampi, Desa Gareccing.
“Benar, kami telah menerima laporan mengenai adanya warga yang meninggal dunia diduga akibat tersambar petir di wilayah Sinjai Selatan pada pukul 16.28 WITA,” ujar Iptu Agus Santoso.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Zainuddin, kejadian bermula saat korban bersama enam rekannya baru saja selesai menderos padi di sawah.
Karena cuaca mulai mendung dan hujan akan turun, mereka memutuskan untuk berteduh di rumah sawah milik Lk. Zainuddin.
Tak lama kemudian, di tengah hujan rintik-rintik, kilatan petir menyambar yang diduga mengenai korban.
Akibat kejadian tersebut, korban terjatuh dari rumah sawah setinggi kurang lebih 3 meter.
Rekan-rekan korban yang berada di lokasi sempat terkejut dan ikut melompat untuk menyelamatkan diri.
Akibat terjatuh, korban mengalami benturan keras pada bagian kepala yang menyebabkan patah tulang pada bagian leher.
Warga setempat segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSU Pratama Bulupaccing Bikeru.
“Setelah dilakukan tindakan medis dan observasi oleh dokter jaga, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” tambah Iptu Agus.
Saat ini, jenazah korban sudah disemayamkan di rumah duka dan rencananya akan dikebumikan pada hari Jumat (10/04/2026) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan.





