Sinjai, MarajaNews—Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Samaenre yang digelar di Aula kelurahan Samaenre, menyisakan kekecewaan bagi warga yang hadir.
Pasalnya, kegiatan krusial untuk menyusun rencana pembangunan tahun 2026 tersebut sama sekali tidak dihadiri oleh Camat Sinjai tengah maupun perwakilan dari pihak kecamatan padahal kegiatan ini cuman dilakukan setahun sekali.
Dari Pantauan MarajaNews di lokasi, hingga acara dimulai hingga berakhir, kursi yang sedianya diperuntukkan bagi pihak kecamatan tampak kosong.
Padahal, kehadiran pihak kecamatan dinilai sangat penting untuk mengawal aspirasi warga yang akan diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi.
Hal ini memicu reaksi keras dari peserta musyawarah.
Salah seorang tokoh Masyarakat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya dan mempertanyakan komitmen pimpinan wilayah terhadap pembangunan di kelurahan mereka.
“Kami sangat menyayangkan absennya Pak Camat atau setidaknya ada perwakilan yang diutus. Apakah Camat sudah tidak peduli lagi dengan warganya? Kegiatan ini adalah wadah kami menyampaikan keluhan dan kebutuhan pembangunan, tapi seolah-olah kami dibiarkan berjuang sendiri tanpa atensi dari pihak kecamatan,” cetusnya dengan nada kecewa.
Menurutnya, ketidakhadiran ini menjadi preseden buruk bagi transparansi dan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat di tingkat bawah.
Warga berharap adanya evaluasi dari pimpinan daerah, dalam hal ini Bupati, terkait kedisiplinan dan kepedulian aparat kecamatan dalam merespons agenda strategis masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Camat Sinjai tengah terkait alasan ketidakhadiran mereka dalam forum Musrenbang Kelurahan Samaenre tersebut.
Meski tanpa kehadiran pihak kecamatan, Musrenbang tetap berjalan dengan agenda penyampaian usulan prioritas dari masing-masing RT/RW, namun atmosfer diskusi terasa kurang maksimal tanpa adanya supervisi langsung dari tingkat kecamatan.





