SINJAI, MarajaNews— Alun-Alun Sinjai Bersatu yang digadang-gadang sebagai ikon baru dan pusat kreativitas masyarakat Kabupaten Sinjai kini tengah menuai sorotan tajam.
Pasalnya, fasilitas toilet umum di area publik yang dibangun dengan anggaran fantastis tersebut terpantau rusak parah dan tidak dapat digunakan oleh pengunjung.
Berdasarkan pantauan MarajaNews di lokasi pintu toilet tampak tertutup rapat, disegel menggunakan palang kayu, dan digembok, Selasa (27/1/2026).
Kondisi memprihatinkan ini kontras dengan status Alun-Alun sebagai ruang publik utama yang baru diresmikan pada Januari 2024 dengan total anggaran pembangunan mencapai lebih dari Rp7 miliar.
Salah satu pengunjung Arrang (29), mengekspresikan kekecewaannya terhadap pemeliharaan fasilitas tersebut.
Ia merasa miris melihat aset daerah yang seharusnya menunjang aktivitas warga justru terbengkalai.
“Sangat disayangkan, padahal ini tempat nongkrong terbesar di Sinjai dengan anggaran besar, tapi fasilitas dasarnya malah tidak bisa dipakai, Kemarin saya terpaksa mencari masjid terdekat karena toilet di sini disegel kayu,” keluh Arrang.
Terpisah Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sinjai, Andi Halis membenarkan adanya kerusakan berupa saluran air yang buntu.
Namun, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada tindakan perbaikan karena kendala biaya.
“Kami sudah mengetahui hal tersebut, WC-nya mengalami buntu, namun belum dilakukan perbaikan karena tahun ini tidak ada dana sama sekali,” ujar Andi Halis Saat Dikonfirmasi MarajaNews.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyegelan menggunakan kayu dilakukan untuk meredam bau tak sedap agar tidak mengganggu area kuliner di sekitarnya.
Terkait tanggung jawab kebersihan, Andi Halis menyebut telah ada kesepakatan sebelumnya dengan asosiasi pedagang setempat.
“Kami masih menunggu Pak Kadis yang sedang melaksanakan ibadah umroh untuk membahas tindak lanjut masalah ini,” tambahnya.
Kondisi ini menjadi ironi bagi fasilitas publik yang rutin digunakan untuk acara besar seperti Sinjai Fest.
Masyarakat kini mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan permanen agar Alun-Alun Sinjai Bersatu tidak hanya megah secara visual, tetapi juga fungsional dalam melayani kebutuhan dasar publik.





