SINJAI, MarajaNews—Suasana khusyuk menyelimuti salah satu ruang kelas di SLB Negeri 1 Sinjai, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sinjai Utara.
Para siswa tunarungu tampak fokus mengikuti bimbingan praktik pengucapan Dua Kalimat Syahadat menggunakan bahasa isyarat.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh guru agama, Ibu Reski.
Dengan penuh ketelatenan, ia menuntun jemari para murid untuk membentuk simbol-simbol yang mewakili lafaz tauhid tersebut.
Meski dilakukan tanpa suara lisan, makna keimanan terpancar kuat melalui gerak tangan dan ekspresi wajah para siswa.
“Kami mengajarkan syahadat versi bahasa isyarat ini agar anak-anak tetap memiliki pemahaman yang kuat terhadap rukun Islam pertama, terlepas dari keterbatasan pendengaran mereka,” ungkap Reski.
Langkah inklusif ini menuai pujian dari para orang tua murid dan warga sekitar.
Inisiatif SLB Negeri 1 Sinjai ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa pendidikan agama harus dapat diakses oleh siapa saja tanpa terkecuali.
Melalui pembelajaran ini, sekolah menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan mempertebal keimanan sejak dini.





