Kisah Inspiratif, Perjuangan Riang Pemuda Sinjai yang Sukses Membangun Imperium Kelapa

(Dok.Istimewa)

SINJAI, MarajaNews—Di tengah tantangan ekonomi dan minimnya lapangan kerja bagi generasi muda, seorang pemuda asal Kabupaten Sinjai berhasil membuktikan bahwa ketekunan di sektor pertanian dan niaga lokal mampu membuahkan hasil maksimal.

Meniti karier sejak tahun 2022, seorang pemuda Riang(29) ini sukses membangun jejaring bisnis kelapa yang kini menjangkau pasar ibu kota provinsi.

Bacaan Lainnya

Memulai langkahnya 4 tahun lalu, bisnis ini dibangun dengan kerja keras fisik yang luar biasa.

Berbeda dengan pengepul besar yang hanya menunggu barang, ia bersama timnya terjun langsung ke lapangan.

Mereka berkeliling ke berbagai daerah di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba untuk memanjat pohon dan membeli kelapa langsung dari petani, baik kelapa muda maupun kelapa tua.

Baca Juga:  Warga Sinjai Korban Jalan Berlubang Tuntut Realisasi Perbaikan Cepat

“Kami memulai semuanya dari nol. Kuncinya adalah menjaga kepercayaan petani dan memastikan kualitas buah yang kami ambil. Kami tidak segan memanjat sendiri demi mendapatkan hasil terbaik bagi pelanggan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.

Strategi bisnis yang diterapkan terbagi menjadi dua jalur distribusi utama.

Kelapa Muda ditargetkan pasar konsumsi segar, seluruh pasokan kelapa muda langsung dikirim ke Kota Makassar untuk memenuhi permintaan kedai minuman dan pedagang pinggir jalan yang terus meningkat.

Sedang Untuk kelapa tua, distribusinya difokuskan pada sektor industri rumah tangga.

Selain menjadi pemasok tetap di berbagai tempat penggilingan santan, ia juga mengolah sebagian hasil panen menjadi kopra (kelapa kering) saat harga pasar mendukung.

Baca Juga:  Kepala PLN Sinjai Buka Suara Soal Isu Lonjakan Tarif Listrik 2026, Ini Faktanya

Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pribadinya, tetapi juga membantu menggerakkan ekonomi petani kelapa di daerah-daerah yang ia datangi. Dengan harga beli yang kompetitif, kehadiran pemuda asal Sinjai ini menjadi angin segar bagi para pemilik kebun.

Memasuki tahun 2026, ia berharap dapat memperluas armada distribusinya dan membangun tempat penampungan yang lebih besar di Sinjai. Kisah ini menjadi bukti nyata bagi pemuda di Sulawesi Selatan bahwa kesuksesan tidak harus selalu diraih di balik meja kantor, melainkan bisa datang dari batang pohon kelapa yang dirawat dengan kerja keras dan ketekunan.

Pos terkait