SINJAI, MarajaNews—Cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Sinjai dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran serius bagi para pengguna jalan.
Pasalnya, keberadaan pohon tua dan lapuk di sepanjang jalur utama dinilai menjadi “bom waktu” yang mengancam keselamatan warga.
Dari Pantauan MarajaNews di lapangan menunjukkan kondisi paling krusial berada di sepanjang jalan poros Sinjai–Bulukumba, meliputi wilayah Desa Saukang, Desa Kampala, hingga Desa Salohe di Kecamatan Sinjai Timur, serta beberapa titik di wilayah Sinjai Selatan.
Salah seorang pengendara, Adi (34), mengaku nyaris menjadi korban saat melintasi jalur tersebut di tengah cuaca ekstrem.
“Di tengah angin kencang seperti sekarang, pohon-pohon lapuk di pinggir jalan sangat membahayakan. Kemarin saya hampir tertimpa ranting besar yang jatuh. Ini sangat berisiko bagi kami yang setiap hari melintas,” ungkap Adi kepada MarajaNews.
Senada dengan hal tersebut, Amsir (28), pengendara lainnya, mendesak Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret sebelum jatuh korban jiwa.
Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sinjai segera melakukan penyisiran dan pemangkasan pohon yang rawan tumbang.
“Kami mendesak DLHK untuk segera mencarikan solusi. Setidaknya lakukan penebangan atau pembersihan pada pohon-pohon yang sudah lapuk. Jangan tunggu ada korban baru bergerak,” tegas Amsir dengan nada kesal.
Namun, upaya konfirmasi yang dilakukan hingga berita ini diturunkan belum membuahkan hasil.
Kepala Dinas DLHK Kabupaten Sinjai, H. Sofwan, belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga maupun langkah antisipasi yang akan diambil instansinya dalam menangani ancaman pohon lapuk di jalur poros tersebut.
Sikap diam pihak dinas terkait di tengah ancaman keselamatan publik ini pun disayangkan oleh para pengguna jalan yang berharap adanya tindakan sigap demi kenyamanan berlalu lintas.





