Sinjai, MarajaNews—dibalik 80 tahun Indonesia Pasca merdeka, ada potret kontras terlihat di Dusun Tangkulu, Desa Pattongko, Kecamatan Sinjai Tengah.
Hingga delapan dekade Indonesia merdeka, akses jalan di wilayah tersebut diduga belum pernah sekalipun tersentuh aspal.
Kondisi jalan yang memprihatinkan ini dikeluhkan oleh warga setempat. Mala (22), salah satu penduduk Dusun Tangkulu, mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya pemerataan infrastruktur di daerahnya.
Menurutnya, jalan yang menjadi urat nadi penghubung antar-dusun tersebut kondisinya rusak parah dan terbengkalai selama puluhan tahun.
“Sudah puluhan tahun jalan ini tidak pernah ada perbaikan. Padahal ini adalah akses utama kami untuk beraktivitas dan menghubungkan satu dusun ke dusun lainnya,” ujar Mala saat ditemui MarajaNews.
Mala menambahkan bahwa kondisi jalan yang dipenuhi bebatuan tidak merata seringkali memakan korban.
Kerusakan jalan tersebut tidak hanya menghambat mobilitas ekonomi warga, tetapi juga mengancam keselamatan para pengendara yang melintas.
“Saya sendiri sudah beberapa kali mengalami kecelakaan tunggal karena kondisi jalan yang sangat buruk. Bebatuan yang muncul tidak merata membuat kendaraan sulit dikendalikan,” tuturnya.
Mewakili aspirasi warga lainnya, Mala berharap Pemerintah Kabupaten Sinjai maupun pihak terkait segera mengambil tindakan nyata.
Ia menegaskan bahwa warga tidak menuntut kemewahan, melainkan kelayakan akses jalan sebagai hak dasar warga negara.
“Kami sangat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Jika memang pengaspalan belum bisa dilakukan, minimal ada pembangunan rabat beton agar jalan ini aman dilalui warga. Ini adalah akses utama kami,” pungkas Mala.
Hingga berita ini diturunkan, warga Dusun Tangkulu masih menantikan respons dan langkah konkret dari pemerintah daerah agar kemerdekaan yang dirayakan secara nasional juga dapat dirasakan manfaatnya melalui infrastruktur yang layak di desa mereka.





