Sinjai MarajaNews— Kasus viralnya seorang pemuda asal Lampung yang jauh-jauh datang ke Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, untuk melamar gadis pujaannya, Alda (15), mengungkap fakta mengejutkan.
Pemuda yang sebelumnya dikenal dengan nama Rifki alias Adan Mulang tersebut ternyata adalah seorang perempuan tulen.
Kepala Desa Biji Nangka, Abd. Rauf, mengonfirmasi bahwa identitas asli warga Lampung tersebut adalah Santi (19).
Penyamaran ini terbongkar setelah dilakukan interogasi mendalam oleh perangkat desa dan tokoh agama setempat.
“Awal mula terungkapnya saat diinterogasi oleh Pak Imam Desa. Ketika diminta nomor telepon keluarga di Lampung dan dihubungi, pihak keluarga di sana justru terheran-heran. Mereka mengatakan, ‘Apa yang mau dinikahkan, sementara mereka ini keduanya adalah perempuan’,” ujar Abd. Rauf saat memberikan keterangan.
Diketahui, Santi datang ke Sinjai Borong bersama rekannya, Sintia (15), untuk menemui Alda.
Keduanya menjalin hubungan melalui media sosial, di mana Santi menyamar sebagai laki-laki dan bermaksud melamar Alda setelah berkomunikasi intens via telepon.
Santi dan rekannya tercatat sudah berada di Sinjai Borong selama tiga hari empat malam. Awalnya, mereka berniat melaporkan kedatangan ke Ketua RT setempat, namun sempat dilarang oleh nenek dari pihak perempuan.
Terkait kabar mengenai permintaan uang panai sebesar Rp250 juta yang sempat viral, hal tersebut dibenarkan menjadi salah satu faktor yang membuat pihak tamu asal Lampung ini sempat ragu.
Namun, dengan terungkapnya identitas asli Santi sebagai perempuan, rencana pernikahan tersebut dipastikan batal demi hukum dan norma masyarakat.
Saat ini, Santi dan rekannya berada dalam pengawasan pihak berwenang guna proses pemulangan ke daerah asal mereka di Lampung.





