HMI Desak Polisi Periksa Proyek Rabat Beton dan Talud PT Purnama di Bulupoddo

(Dok.Istimewa)

SINJAI, MarajaNews—Pembangunan infrastruktur jalan rabat beton dan talud di Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, menuai sorotan tajam.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sinjai mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera turun tangan memeriksa pengerjaan proyek milik PT Purnama tersebut yang diduga tidak sesuai standar kualitas konstruksi.

Bacaan Lainnya

Wasekum Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Sinjai, Andi Muhammad Fauzan, menegaskan bahwa pengerjaan infrastruktur seharusnya mengutamakan ketahanan bangunan, bukan sekadar mengejar target penyelesaian fisik.

Baca Juga:  Hasir Ahmad Kembali Nakhodai PERBASASI Sinjai Periode 2026–2030, Siap Cetak Prestasi Emas

“Pengerjaan jangan asal selesai. Harus sesuai dengan standar pembangunan dan mengutamakan ketahanan. Beton yang hanya ‘dipoles’ luarannya saja dikhawatirkan tidak akan bertahan lama, apalagi saat memasuki musim penghujan di mana talud harus menahan beban tanah dan aliran air yang berat,” ujar Fauzan.

Kritik ini muncul menyusul temuan di lapangan yang menunjukkan keganjilan mencolok pada fisik bangunan.

Material kerikil pada bagian talud dan jalan beton (ready mix) tampak menonjol ke permukaan dan tidak menyatu sempurna dengan adonan semen. Kondisi ini memicu dugaan adanya pengurangan volume material atau ketidaksesuaian komposisi campuran (segregasi beton).

Senada dengan hal tersebut, salah seorang warga setempat menyatakan kekecewaannya.

Baca Juga:  Menatap Pembangunan Sekolah Rakyat di Sinjai

Ia menyebut bahwa pengerjaan terkesan hanya menutupi kekurangan struktur dengan polesan semen agar terlihat rapi dari luar.

“Banyak kerikil kelihatan. Sepertinya hanya dipoles adonan semen saja supaya rapi, tapi dalamnya kopong dan tidak kuat,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.

Atas temuan tersebut, HMI Cabang Sinjai meminta pihak Kepolisian, dinas terkait, hingga aparat pengawas untuk segera melakukan audit dan peninjauan ulang di lokasi proyek.

Fauzan menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh sebelum dilakukan proses serah terima proyek (provisional hand over).

“Kami meminta pihak terkait segera melakukan audit lapangan. Perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah potensi kerugian keuangan negara dan menjamin manfaat jangka panjang bagi masyarakat Bulupoddo,” tegas Fauzan.

Baca Juga:  Gelombang Penolakan di Bumi Panrita Kitta, Kelompok Cipayung Sinjai Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD

Hingga berita ini dirilis, pihak pelaksana proyek PT Purnama maupun instansi penanggung jawab belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan warga dan desakan dari aktivis mahasiswa tersebut.

Pos terkait