SINJAI, MarajaNews—Kepala Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Lamatti Riaja, Fadlullah, angkat bicara memberikan klarifikasi terkait sorotan negatif mengenai menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tidak layak konsumsi.
Fadlullah menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga standar kualitas pangan bagi seluruh sasaran program, mulai dari pihak sekolah hingga kelompok rentan seperti Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), dan Balita.
“Kami ingin menyamakan persepsi bahwa tidak mungkin kami menyajikan makanan yang tidak layak konsumsi. Jika memang makanan dari SPPG rusak, maka seluruh 29 titik distribusi serta kelompok busui, bumil, dan balita pasti mengalami hal yang sama,” ujar Fadlullah.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan fakta di lapangan, mayoritas penerima manfaat menerima paket makanan dalam kondisi yang baik dan sesuai standar.
Terkait keluhan adanya buah apel yang rusak dan temuan larva pada kurma, pihak dapur akan menjadikannya bahan evaluasi internal dalam proses kontrol kualitas (quality control).
Begitu pula dengan tekstur roti yang dikeluhkan keras, pihaknya berjanji akan lebih memperhatikan aspek teknis pengolahan agar lebih mudah dikonsumsi, terutama oleh anak-anak.
Sebelumnya, program unggulan Presiden Prabowo Subianto di wilayah Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, ini sempat menuai kritik dari warga berinisial AS (36) dan beberapa penerima manfaat. Mereka menyoroti mekanisme pembagian “rapel” yang dianggap berisiko terhadap kesegaran bahan pangan.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak SPPG berharap masyarakat dapat melihat secara objektif bahwa distribusi program tetap berjalan dengan pengawasan ketat, sembari terus melakukan perbaikan pada teknis penyajian di masa mendatang.





