Heboh Kasus Anak Hilang di Sinjai Minta Tebusan Rp5 Juta, Polisi Temukan Korban Kondisi Lemas

Tim Resmob Polres Sinjai bersama Unit Intelkam Polsek Sinjai Timur dan Personel Polsek Kajang berhasil Menemukan Gadis 14 Tahun yang Diduga diculik di Kab Bulukumba

Sinjai, MarajaNews—Tim Resmob Polres Sinjai bersama Unit Intelkam Polsek Sinjai Timur dan Personel Polsek Kajang berhasil mengungkap fakta di balik hilangnya seorang remaja putri berinisial FF (14).

Sempat diduga menjadi korban penculikan, FF ditemukan di Dusun Kassi Lohe, Desa Lembang, Kec. Kajang, Kab. Bulukumba pada Selasa (24/03/2026) siang.

Bacaan Lainnya

Kejadian bermula pada Senin pukul 09.00 WITA saat FF pamit dari rumah neneknya di Dusun Maroanging, Desa Tongke-Tongke, untuk menuju rumah temannya di Bontopale.

Baca Juga:  Warga Kritisi Aset Pemkab Sinjai yang Tak Terawat

Namun setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa Farah tidak pernah tiba di lokasi tujuan tersebut.

Dan hingga malam hari, pelajar tersebut tidak kunjung pulang.

Situasi sempat mencekam ketika pihak keluarga menerima pesan WhatsApp dari nomor FF yang mengaku dirinya “terjebak”.

Sekitar pukul 23.00 WITA, seseorang yang menggunakan ponsel FF mengirim pesan kepada sang ibu, Martina Santi (41), meminta uang tebusan sebesar Rp5.000.000 dan mengajak bertemu di lokasi tertentu.

Merespons laporan tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan pelacakan hingga ke wilayah Kabupaten Bulukumba.

Hingga pada Selasa pukul 13.30 WITA, petugas berhasil menemukan FF dalam kondisi lemas.

Karena mengalami sesak napas, ia langsung dievakuasi ke Puskesmas Lembanna untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga:  FTIK UIAD Sinjai Tarik 109 Mahasiswa PPL Tahun Akademik 2025/2026

Kasi Humas Polres Sinjai, IPTU Agus Santoso, mengungkapkan bahwa narasi penculikan tersebut hanyalah rekayasa FF sendiri.

“Hasil interogasi menunjukkan korban tidak diculik. Ia pergi secara sadar menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Z menuju wilayah Herlang, Bulukumba, untuk bertemu rekannya berinisial ER,” Ungkap Agus Santoso.

Lebih lanjut Iptu Agus Menjelaskan Motif di balik aksi nekat ini ternyata adalah rasa takut.

FF mengaku takut dimarahi keluarga karena pulang terlalu larut setelah menghabiskan waktu di Permandian Limbua dan menginap di rumah temannya.

“Ia mengarang cerita diculik oleh dua pria menggunakan mobil Avanza, bahkan meminta rekannya, ER, mengirimkan pesan permintaan tebusan untuk memperkuat skenario tersebut” Jelas Iptu Agus.

Baca Juga:  Gedung PKH Aset Pemkab Sinjai Dinilai Tak Terawat

Saat ini, FF beserta barang bukti berupa sepeda motor dan ponsel telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga.

Mengingat statusnya yang masih di bawah umur, kepolisian mengedepankan pendekatan pembinaan dan perlindungan anak.

Kapolres Sinjai, AKBP Jamal Fathur Rakhman, mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan membangun komunikasi yang harmonis dengan anak.

“Penting bagi orang tua untuk menciptakan ruang dialog yang nyaman agar anak tidak merasa tertekan atau mengambil keputusan berisiko saat melakukan kesalahan,” tegasnya.

Pos terkait