Sinjai, Maraja News—Sebuah secarik kertas lusuh di atas meja penjual sembako di Dusun Balle, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, mendadak menjadi sorotan publik.
Kertas tersebut berisi pesan memilukan dari pasangan suami istri, Ibu Kiki dan P. Conni, yang terpaksa meminjam beras dan garam karena sudah tujuh hari tidak mengonsumsi nasi.
Dalam catatan kecil yang ditulis tangan tersebut, keduanya mengungkapkan kondisi ekonomi yang terdesak.
Mereka mengaku sedang dalam keadaan sakit sehingga tidak mampu bekerja untuk mencari nafkah. Demi bertahan hidup, mereka hanya mengandalkan sayur seadanya dan terpaksa membuang rasa malu dengan menulis surat permohonan pinjaman beras beberapa kilogram kepada pemilik warung setempat.
Kisah ini pertama kali mencuat setelah akun Facebook bernama “Bung” mengunggah foto catatan tersebut.
Unggahan itu pun langsung viral dan menyentuh nurani warganet, yang merasa prihatin atas potret kemiskinan nyata yang terjadi di pelosok Kabupaten Sinjai.
Saat dikonfirmasi MarajaNews Pemilik warung P.Marni Membenarkan hal tersebut.
“Iyye catatan tersebut benar adanya dan dibawa oleh mereka pagi tadi,” ungkap nya.
Ia juga menjelaskan bahwa pasangan suami istri ini memiliki 4 anak yang Masih kecil sementara suaminya sakit.
Menanggapi informasi yang beredar, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sinjai, Muh Adnan, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.
“Nanti kita lakukan assessment untuk langkah-langkah lanjutan dan melihat apakah yang bersangkutan adalah penerima bansos. Kami juga meminta pemerintah desa untuk melaksanakan langkah lanjutan,” ujar Muh Adnan saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).
Kisah Ibu Kiki dan P. Conni menjadi pengingat keras bagi semua pihak bahwa di tengah berbagai program bantuan pemerintah, masih ada warga yang harus berjuang melawan lapar dalam kesunyian.
Secarik kertas dari Dusun Balle ini adalah jeritan kecil dari pelosok desa yang kini menanti perhatian dan uluran tangan nyata dari pemerintah maupun masyarakat luas.





