Sinjai,MarajaNews—Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sinjai bergerak cepat merespons kemunculan fenomena “manusia silver” dan pengamen boneka yang mulai meresahkan pengguna jalan di kawasan perempatan Tugu Bambu, Jl. Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, Minggu (4/1/2026).
Berdasarkan pantauan Marajanewscom, seorang pria dengan seluruh tubuh dicat perak metalik tampak melakukan aksi patung hidup saat lampu lalu lintas berwarna merah.
Di lokasi yang sama, terlihat pula pengamen menggunakan kostum badut yang dilengkapi pengeras suara untuk menarik simpati pengendara, khususnya anak-anak.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sinjai, Andi Idnan Idrus, menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan penertiban terhadap para pengamen tersebut.
“Saya sudah memerintahkan anggota untuk mengecek lokasi dan segera melakukan penertiban,” ujar Andi Idnan melalui pesan singkat, Minggu (4/1/2026).
Menurut Idnan, kehadiran manusia silver dan pengamen jalanan ini tidak hanya melanggar ketertiban umum, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu arus lalu lintas di jantung kota Sinjai.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pengamen yang beroperasi di wilayah tersebut merupakan warga dari luar daerah.
“Rata-rata yang mengemis atau mengamen di Sinjai bukan penduduk asli, melainkan warga luar yang datang menetap di sini. Kami tegaskan bahwa aktivitas pengamen tidak diperbolehkan di Sinjai,” tambahnya.
Dinas Sosial Sinjai berkomitmen untuk terus melakukan patroli rutin di titik-titik keramaian. Pengamen yang terjaring akan diamankan ke kantor dinas terkait untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut agar tidak kembali turun ke jalan.
Bagi masyarakat yang ingin melaporkan gangguan ketertiban sosial atau memerlukan informasi layanan kesejahteraan, dapat memantau informasi melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Sinjai.





