Dr. Muzakkir M. Arif Ajak Jamaah Tinggalkan Perdebatan Soal Awal Ramadan

Dr. Muzakkir M Arif, LC.,MA.

Bulukumba, MarajaNews – Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah, Dr. Muzakkir M. Arif, Lc., MA, mengajak seluruh jamaah, simpatisan, serta para pendidik dan da’i untuk mengikuti hasil sidang isbat pemerintah dalam menentukan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Nasihat singkat tersebut disampaikan melalui kanal YouTube PKM TV yang diunggah pada Selasa, (17/02/2026). beliau menegaskan bahwa memulai puasa dan berlebaran hendaknya berdasarkan ru’yah, karena ru’yah merupakan metode Nabawi, metode yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

“Kita berpuasa dan berlebaran berdasarkan ru’yah. Karena ru’yah itu adalah metode Nabawi, metode Rasulullah SAW,” tegasnya.

Menurutnya, Pesantren Darul Istiqamah menetapkan untuk mengikuti hasil sidang isbat pemerintah sebagai bentuk rujuk kepada kebenaran. Ia menekankan bahwa kembali kepada kebenaran adalah sebuah kewajiban.

Baca Juga:  Sambut Ramadhan, BWA Makassar Gelar Safari Dakwah di 4 Daerah Sulsel: Ajak Umat Berwakaf untuk Aceh dan Sumatera

“Ruju’u ilal haqqi wajib. Kita melakukan perubahan berdasarkan ilmu, karena kita belajar dan mengikuti fatwa para ulama yang lebih terpercaya dan lebih meyakinkan dalam pengamalan ibadah yang mulia ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar perubahan sikap tersebut dijalani dengan ketenangan dan keteguhan, tanpa melayani ajakan berbantahan atau perdebatan yang tidak produktif.

“Kita berubah kepada yang benar dalam ketenangan dan tidak melayani ajakan untuk berbantahan. Hujatan atau serangan kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mengikuti penetapan pemerintah Muslim yang sah sebagai ulil amri dalam urusan ini merupakan bagian dari perintah Rasulullah SAW.

“Kita mengikuti penetapan pemerintah Muslim yang sah, ulil amri kita dalam urusan ini dan semua urusan kebaikan. Itu yang kita pegangi, itu yang kita yakini, dan itu yang kita amalkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Rehab Hati Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Iqra untuk TK/TPA di Sinjai Selatan

Menanggapi keraguan sebagian jamaah yang masih berat meninggalkan kebiasaan lama, Dr. Muzakkir menyebut bahwa perubahan memang memerlukan kemauan dan kekuatan untuk meninggalkan tradisi yang telah lama dijalani.

“Kita memerlukan kemauan yang kuat untuk mengubah tradisi kepada yang benar, kepada yang lebih baik,” tuturnya.

Ia juga menjawab pertanyaan seputar amalan masa lalu dan praktik orang tua terdahulu. Menurutnya, semua itu diserahkan kepada Allah SWT.

“Pengamalan kita yang lalu itulah ilmu kita saat itu. Sekarang Allah memberikan ilmu yang baru, ilmu yang lebih kuat. Inilah yang kita amalkan,” ungkapnya.

Di akhir pesannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menguatkan keyakinan, mengikuti kebenaran, serta menghindari perdebatan meskipun merasa berada di pihak yang benar.

Baca Juga:  Dinas Sosial Sinjai Intensifkan Penyaluran Bansos Sepanjang 2025, Puluhan Ribu Keluarga Tercover

“Mari kita kuatkan keyakinan kita, berubah kepada kebenaran, mengikuti kebenaran, dan hindari sikap berbantahan,” pungkasnya.

Pos terkait