Dies Natalis VI, GMNI Sinjai Tegaskan Peran Kader Lewat Dialog Publik

Dialog publik GMNI Cabang Sinjai

SINJAI, MarajaNews — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sinjai memperingati hari jadinya (Dies Natalis) ke-VI dengan menggelar rangkaian kegiatan khidmat yang dirangkaikan Dialog Publik, di Aula Pantai Pasi Marannu, Kabupaten Sinjai, pada 6–7 Februari 2026.

Mengusung tema “Menjaga Api Perjuangan Mengawal Cita-Cita Bangsa”, kegiatan ini menghadirkan tokoh hukum dan aktivis untuk membedah peran mahasiswa di tengah dinamika sosial dan tantangan kebangsaan.

Bacaan Lainnya

Acara diawali prosesi perayaan Dies Natalis Ke-VI yang berlangsung penuh rasa syukur. Puncak kegiatan ditandai dengan Dialog Publik yang menghadirkan Ketua Pengadilan Negeri Sinjai, Anthonie Spilkam Mona, S.H., M.H., serta tokoh pemuda dan aktivis, Andi Eril Parlan, S.H., M.H.

Baca Juga:  BKPRMI Sinjai Salurkan Donasi Rp13 Juta untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatra

Dalam penyampaiannya, Ketua PN Sinjai berharap GMNI Sinjai terus melahirkan kader-kader yang kritis namun tetap solutif. Ia mengingatkan agar semangat perjuangan tidak padam oleh pragmatisme zaman.

“Teruslah menjadi obor penerang di tengah masyarakat,” pesannya.

Ketua Cabang GMNI Sinjai, Tahir, menegaskan bahwa Dies Natalis bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi ideologis. Menurutnya, kehadiran Ketua PN Sinjai menjadi ruang pembelajaran penting bagi kader untuk membaca potret hukum dan keadilan hari ini.

“GMNI tidak sekadar membangun barisan massa, tetapi membentuk manusia yang berpikir kritis, berpihak pada rakyat, dan bertanggung jawab terhadap realitas sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, menjadi kader GMNI berarti menyadari bahwa hidup dan pengetahuan yang dimiliki bukan semata untuk diri sendiri. Setiap privilese sebagai mahasiswa adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Baca Juga:  SMAN 1 Sinjai Gandeng PPI Gelar Pembekalan Materi Kepaskibrakaan dalam PELAPUK 2026

Sementara itu, kegiatan Dies Natalis Ke-VI GMNI Sinjai secara resmi dibuka oleh pendiri GMNI Sinjai, Fathul. Dalam sambutannya, ia mengenang fase awal perjuangan GMNI Sinjai yang penuh keterbatasan.

“GMNI Sinjai tidak lahir dari ruang kosong atau meja rapat yang nyaman. Dalam enam tahun perjalanan, kita telah melewati berbagai fase, diuji oleh dinamika internal dan tekanan eksternal,” ungkapnya.

Menurutnya, konsistensi kader yang tetap berdiri hingga hari ini menjadi bukti bahwa GMNI Sinjai bukan organisasi musiman.

“Kita adalah organisasi kader yang berakar kuat karena fokus pada penguatan intelektual dan advokasi sosial,” pungkasnya.

Pos terkait