Diduga Jatuh Saat Tebar Jaring, Pemuda 20 Tahun Hilang di Laut Sinjai

(Dok.Istimewa)

Sinjai,MarajaNews—Kabar hilangnya seorang Anak Buah Kapal (ABK) menggegerkan warga di kawasan perairan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (31/1/2026).

Korban diketahui bernama Muh Aidil Takbir (20). Ia dilaporkan hilang secara misterius dari atas KM 3 Putri, kapal penangkap ikan milik pengusaha lokal, Haji Ridwan Arsyad, saat sedang beroperasi di perairan Limpoge.

Bacaan Lainnya

Peristiwa ini pertama kali mencuat ke publik setelah kerabat korban, Bejox, meminta bantuan melalui grup WhatsApp. “Info dlu tabe nomornya tim SAR ada orang hilang jatuh dari perahu,” tulisnya dalam pesan singkat tersebut.

Baca Juga:  Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sinjai hingga 17 Januari, BPBD Imbau Nelayan Berhati-hati

Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi mengenai kecelakaan laut tersebut.

Berdasarkan data awal, korban diduga terjatuh sekitar pukul 06.30 WITA saat kapal tengah melakukan aktivitas menjaring ikan dengan metode melingkar.

“Korban sempat dicari di seluruh area kapal, namun tidak ditemukan. Diduga kuat korban terjatuh ke laut saat berjalan di pinggir kapal,” jelas Andi Octave saat ditemui di kantornya oleh MarajaNews.

Upaya pencarian langsung dilakukan secara intensif oleh kru kapal di sekitar lokasi kejadian, namun hingga kini hasilnya masih nihil. Saat ini, operasi SAR telah diperluas dengan melibatkan personel gabungan.

“Pencarian saat ini melibatkan Polairud dan pihak keluarga korban. Kami juga terus berkoordinasi dengan Tim SAR untuk menyisir area titik jatuh,” tambahnya.

Baca Juga:  Nelayan KM 3 Putri 777 Hilang di Perairan Limpoge, Satpolair Polres Sinjai Lakukan Pencarian

Senada dengan hal tersebut, Kasat Polairud Polres Sinjai, AKP Jamaluddin, menyebutkan laporan yang masuk ke pihaknya terjadi sekitar pukul 07.00 WITA. Ia memastikan personelnya telah diterjunkan ke lokasi untuk membantu penyisiran.

“Sampai saat ini keberadaan korban belum diketahui. Kami bersama nelayan setempat dan personel Polair masih terus melakukan pencarian di sekitar perairan Pulau Sembilan,” tegas AKP Jamaluddin.

Petugas berharap kondisi cuaca dan arus bawah laut tetap kondusif agar proses evakuasi dapat segera membuahkan hasil.

Pos terkait