Sinjai, MarajaNews— Bakso tetap menjadi primadona kuliner yang tak lekang oleh waktu di Indonesia.
Peluang menjanjikan inilah yang ditangkap jeli oleh Anto (36), sosok inspiratif di balik moncernya merek lokal Bakso King.
Siapa sangka, usaha yang kini mempekerjakan puluhan karyawan tersebut bermula dari sebuah percobaan kecil yang penuh tantangan.
Sebelum terjun ke dunia kuliner, Anto merupakan seorang penyiar radio di Suara Bersatu FM, stasiun radio milik Pemerintah Kabupaten Sinjai.
Namun, dorongan kuat untuk berwirausaha membawanya memulai langkah baru pada tahun 2018 di Kecamatan Sinjai Utara.
Nama “Bakso King” sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Nama tersebut merupakan bentuk penghormatan Anto terhadap tanah kelahirannya, sebuah desa bernama Desa Raja.
Perjalanan Anto membangun imperium baksonya tidaklah instan.
Dengan modal terbatas sebesar satu juta rupiah, ia mengawali produksi hanya dengan 2 kilogram daging.
Saat itu, produknya dikemas sangat sederhana dan dipasarkan secara terbatas di lingkungan rekan kerja.
“Awalnya banyak komentar masuk, ada yang bilang rasanya asing sampai bentuknya yang tidak beraturan,” kenang Anto sembari tersenyum.
Bukannya menyerah, kritikan tersebut justru menjadi bahan bakar baginya untuk terus bereksperimen.
Ia melakukan uji coba resep berkali-kali hingga akhirnya menemukan formula cita rasa yang pas di lidah masyarakat Sinjai.
Kegigihan Anto berbuah manis. Memasuki tahun 2024 hingga kini kapasitas produksi Bakso King meningkat drastis.
Dalam kondisi normal, Anto menghabiskan sedikitnya 150 kilogram daging per hari. Angka ini melonjak tajam hingga 250 kilogram saat momen hari raya atau hari besar.
Kini, Bakso King telah bertransformasi menjadi UKM yang solid dengan dukungan 20 karyawan.
Produknya pun kian beragam, mulai dari bakso kemasan beku (frozen food), bakso bakar, hingga layanan Catering Bakso King Prasmanan yang menjadi favorit masyarakat, bahkan hingga ke luar Kabupaten Sinjai.
Anto mengaku sempat tak percaya bahwa usaha rumahan yang dirintisnya bisa meraih omzet hingga puluhan juta rupiah per hari.
Baginya, pencapaian ini adalah bukti nyata dari inovasi dan mental pantang menyerah.
Ia pun menitipkan pesan bagi siapapun yang ingin memulai usaha.
“Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Meski gagal berkali-kali, jika diawali dengan doa, usaha, dan kerja keras, hasilnya pasti akan berbuah manis,” tutupnya.





