Cuaca Ekstrem Terjang Sinjai Timur, Satu Rumah di Kelurahan Samataring Rusak Terdampak Angin Kencang

(Dok.Istimewa)

SINJAI, MarajaNews— Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sinjai pada Minggu siang (8/2/2026).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WITA tersebut mengakibatkan kerusakan pada hunian warga di Lingkungan Pangasa, Kelurahan Samataring, Kecamatan Sinjai Timur.

Bacaan Lainnya

Andi Octave kepala Badan Analisis Kebencanaan Kabupaten Sinjai mengonfirmasi bahwa satu unit rumah milik saudara Riswan mengalami kerusakan kategori rusak sedang.

Baca Juga:  Tujuh Kecamatan di Sinjai Diterjang Angin Kencang: 14 Rumah Rusak, 52 Jiwa Terdampak

“Angin kencang menyebabkan bagian atap rumah tersebut terlepas. Saat ini tercatat satu keluarga yang terdiri dari empat jiwa terdampak langsung oleh kejadian ini,” ujar Andi Octave Saat Di konfirmasi MarajaNews.

Hingga saat ini, BNPB Sinjai memastikan tidak ada korban jiwa (Nihil) dalam peristiwa tersebut.

Sementara untuk taksiran kerugian material masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan.

Merespons kejadian ini, Badan Analisis Kebencanaan bersama instansi terkait telah melakukan langkah-langkah strategis, di antaranya

Melaporkan detail kejadian secara berjenjang kepada BNPB RI dan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan.

Berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kecamatan Sinjai Timur untuk pendataan warga terdampak.

Menyiapkan penyaluran bantuan logistik darurat bagi keluarga terdampak.

Baca Juga:  Antusiasme Para Ayah Ambil Rapor di SD Negeri 38 Tombolo, Bukti Kepedulian Pendidikan Anak Meningkat

Serta Melakukan asesmen terhadap kebutuhan mendesak, terutama pengadaan tenda atau terpal untuk menutup atap yang rusak serta perbaikan instalasi listrik pada bagian depan rumah guna menghindari risiko arus pendek.

Andi Octave juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sinjai agar tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.

“Kami meminta warga untuk mewaspadai potensi pohon tumbang yang mengancam pemukiman maupun pengguna jalan. Pastikan untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca resmi melalui kanal BMKG, BPBD, maupun media massa terpercaya,” tutupnya.

Pos terkait