SINJAI, MarajaNews—Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sinjai pada Kamis (22/1/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita.
Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, kejadian ini berdampak pada tujuh kecamatan.
Salah satu dampak terparah terjadi di Dusun Mattirotasi, Desa Batubelerang, Kecamatan Sinjai Borong, di mana satu unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan dinding.
Analis Kebencanaan BPBD Sinjai Kabupaten Sinjai, Andi Octave, menyampaikan bahwa rumah tersebut dihuni oleh satu kepala keluarga atas nama Juhri (44) bersama dua anggota keluarga.
“Angin kencang menyebabkan atap dan dinding rumah warga rusak berat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Andi Octave.
Selain Sinjai Borong, BPBD mencatat wilayah terdampak angin kencang tersebar di tujuh kecamatan, yakni:
Kecamatan Sinjai Utara: Kelurahan Bongki
Kecamatan Sinjai Selatan: Desa Polewali dan Desa Songing
Kecamatan Sinjai Borong: Desa Batubelerang
Kecamatan Sinjai Barat: Desa Botolempangan
Kecamatan Sinjai Timur: Desa Panaikang dan Desa Tongke-Tongke
Kecamatan Pulau Sembilan: Desa Pulau Harapan
Kecamatan Tellulimpoe: Desa Saotengah
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Sinjai masih melakukan pendataan lanjutan terkait dampak dan potensi kerusakan di wilayah lainnya.
Taksiran kerugian material belum dapat dipastikan.
Sebagai langkah penanganan awal, BPBD telah melaporkan kejadian ini ke BNPB dan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, serta menyiapkan penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.
“Kebutuhan mendesak saat ini adalah penutupan atap rumah yang terbuka menggunakan tenda atau terpal,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Sinjai juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang dan membahayakan pemukiman maupun pengguna jalan, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan media.





