SINJAI, MarajaNews—Tim SAR Gabungan resmi memulai operasi pencarian intensif terhadap Aidil, seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM 3 yang dilaporkan hilang dan tenggelam di perairan Pulau IX, Kabupaten Sinjai.
Operasi penyisiran skala besar ini mulai dikerahkan sejak pukul 08.00 WITA, Minggu (1/2/2026).
Insiden bermula ketika korban diduga terjatuh dari kapal saat hendak melakukan proses lego jangkar di sekitar perairan Pulau Sembilan pada pukul 07.00 WITA.
Untuk mempercepat penemuan korban di titik koordinat kejadian, personel terpadu dari berbagai instansi lintas wilayah dikerahkan, meliputi:
BPBD Kabupaten Sinjai
Sat Polairud Polres Sinjai & Sat Polairud Polres Bone
Pos TNI AL Sinjai
Sat Brimob Batalyon C Pelopor Bone
Pos Basarnas Bone
Tim Rescue Tagana Dinas Sosial Sinjai
Masyarakat dan nelayan setempat
Guna memaksimalkan radius penyisiran, tim menerjunkan armada laut yang terdiri dari 3 unit perahu karet (Rubber Boat) milik BPBD, Basarnas, dan Tagana, serta mendapat bantuan 11 unit kapal nelayan milik warga lokal.
Tim penyelam spesialis dari Brimob juga disiagakan untuk memetakan area bawah air di sekitar lokasi jatuhnya korban.
Meski semangat tim tetap tinggi, tantangan utama yang dihadapi di lapangan adalah jarak pandang yang terbatas saat kondisi arus laut yang dinamis.
Pihak keluarga melalui paman korban, Amin, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat tim gabungan, khususnya dengan bergabungnya tim ahli dari Brimob.
“Kami sangat berharap sinergi ini memberikan titik terang agar keponakan kami, Aidil, dapat segera ditemukan,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan penyisiran intensif dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di tengah kondisi cuaca perairan Pulau IX.





