Press "Enter" to skip to content

Pelaku Usaha Dihimbau Tidak Ikhtikar

NUNUKAN – Dalam fase pencegahan selama 14 hari ini, pelaku usaha di Kabupaten Nunukan diminta agar tidak melakukan penimbunan barang (Ikhtikar), yang mengakibatkan kebutuhan pokok langka.

Hal tersebut disampaikan Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid, SE MM, melalui surat himbauan nomor : 510/137/DISDAG-UM/III/2020 Tentang Perdagangan Barang Pokok dan Penting Selama Tanggap Kewaspadaan Covid 19 di Kabupaten Nunukan, Rabu, (18/03).

Bupati menyampaikan, pelaku usaha atau pedagang barang kebutuhan pokok dan penting dalam wilayah Kabupaten Nunukan dihimbau untuk mengambil keuntungan yang dapat merugikan konsumen.

Selain itu, pelaku usaha juga diminta ikut memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil, dan tidak mengambil keuntungan jangka pendek serta tidak menyampaikan informasi dengan maksud mempengaruhi konsumen sehingga mendapatkan keuntungan secara tidak wajar.

Berdasarkan himbauan tersebut, Bupati Nunukan menegaskan agar pelaku usaha tidak melayani pembelian kebutuhan pokok baik dari korporasi, kelompok maupun individu dalam jumlah yang tidak wajar.

Adapun ketentuan hukum terhadap hal ini, pelaku dapat diancam hukuman pidana penjara selama 7 tahun atau didenda sebanyak Rp. 100 milyar, sebagaimana yang tetuang dalam undang undangan nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pasal 53 dan pasal 133.

Dalam undang undang nomor 7 tahun 2014, tentang Perdagangan, Pelaku diancam pidana penjara selama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 50 milyar, apabila menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting dalam jumlah waktu tertentu pada saat terjadi gejolak kelangkaan barang dan hambatan lalulintas perdagangan barang.

Kemudian dalam undang undang nomor 8 tahun 2019 tentang Perlindungan Konsumen, pasal 15 dan pasal 16 ayat (1), pelaku diancam pidana paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 200 milyar, jika pelaku usaha dalam menawarkan barang atau jasa dengan cara pemaksaan atau cara lain yang dapat menimbulkan gangguan psikis.#Fik

Print Friendly, PDF & Email

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

breaking News :