Press "Enter" to skip to content

Pasca Banjir 46 Warga Lutra Hilang, Begini Kondisi Terkini

MAKASSAR — Banjir bandang yang melanda Luwu Utara berdampak besar, bahkan sampai hari ini, Kamis 15 Juli 2020, kawasan Luwu Raya hampir merata masih turun hujan.

Jumlah korban pun bertambah setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara dan TIM SAR beserta PMI, relawan, warga dan Pemda terjun sejak Selasa kemarin.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor sebanyak 4.930 keluarga terdampak di enam kecamatan di Kabupaten Luwu Utara. Yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat. Ribuan rumah terendam di kawasan terdampak bahkan beberapa hanyut dan rata dengan tanah.

Basarnas Sulsel mencatat hingga Selasa malam kemarin korban jiwa total sementara 66 orang, 10 orang meninggal, 10 orang ditemukan selamat sementara 46 orang masih dalam pencarian.

Data korban berdasarkan rilis data Basarnas Sulsel sebagai berikut:

Korban meninggal dunia.
1. Perempuan (belum identifikasi) ditemukan di Radda, 2. Perempuan (belum teridentifikasi) ditemukan di Radda,
3. Mahmud (L/47) ditemukan Radda
4. Arkam ditemukan di Masamba
5. Perempuan (Belum Indentifikasi) ditemukan di Kampung Karra
(Info dari RSUD Masamba)
6.NN 7 org (Rumah Sakit hikma dlm identifaksi)

Korban Selamat:
1. Nursia (P/44) Radda
2. Windi Lifriandi (P/26) Bone Tua, Masamba
3. Heril (L/28) Radda
4. Hera Hedrian (L/17)
5. Wahyuni (P) Radda
6. H. Syamsu (L) Radda
7. Jelita Busor (P) Radda
8. Kadir (L) Radda
9. Salsa (P) Masamba
10. Wardah (P) Masamba
(Dirawat di RSUD Masamba)

Wagub Sulsel Tinjau Korban, Listrik Belum Nyala

Di tengah kondisi jalanan berlumpur, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman meninjau lokasi banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Selasa, 14 Juli 2020 lewat keterangan rilisnya.

Rombongan Wagub Sulsel tiba pada malam hari. Sementara listrik masih putus, sehingga pencahayaan hanya mengandalkan dari ponsel.

Andi Sudirman Sulaiman didampingi Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Ketua DPRD Lutra Basir, dan Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak.

Ketua DPRD Luwu Utara, Basir, menyampaikan kondisi terkini di Lutra. Ia mengatakan, masih dilakukan proses pencarian warga yang belum ditemukan.

Tiba di Luwu Utara, Wagub Sulsel berkunjung ke Desa Radda, Kecamatan Baebunta, yang menjadi salah satu lokasi terparah. Wilayah ini masih tergenang air.
Kemudian, Andi Sudirman melanjutkan kunjungan di Posko Pengungsian Desa Meli, di kecamatan yang sama.

Ia pun berjalan di tengah jalanan yang berlumpur. Sesampainya di posko pengungsian, ia bertemu masyarakat yang mengungsi. Andi Sudirman berbincang sambil memberikan semangat kepada warga. Ia pun mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.

“Sabarki semua, Insya Allah semoga musibah ini segera berlalu. Tetap di lokasi pengungsian dan sementara waktu jauhi lokasi yang masih rawan,” pesan Andi Sudirman.

Kondisi terkini
Saat ini kondisi di Luwu Utara khususnya yang terdampak masih belum pulih, penanganan masih berfokus pada pencairan korban dan pengundian warga korban banjir bandang. Apalagi hujan terus mengguyur kawasan Luwu Raya.

Berdasarkan pantauan BPBD setempat, cuaca pada Selasa (14/7) masih mendung di hulu sungai. Prakiraan BMKG berdasarkan dasarian II – III Juli dan I Agustus 2020 masih menunjukkan curah hujan pada kategori menengah hingga tinggi.

Laporan di lapangan dari tim relawan dompet dhuafa mengungkapkan kondisi terkini, cuaca wilayah Masamba – Baebunta kembali hujan saat ini. Hingga semua warga dihimbau untuk segera mengungsi ke lokasi aman antara lain: Lapangan Baebunta, Mesjid AK Baebunta, Lapangan Salassa Baebunta, Lapangan Marobo Sabbang. Selain itu, warga tersebar di beberapa titik pengungsian dan ada yg mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Sementara ibu kota kabupaten Lutra, Masamba masih dalam kondisi terisolasi total dan listrik masih padam. Signal telepon seluler juga terbatas hanya untuk provider Indosat. Dikabarkan pula lumpur masih merendam beberapa kecamatan di daerah tersebut. Sementara sejak kemarin alat berat sudah diturunkan untuk membuka jalur yang tertimbun lumpur.

Saat ini menurut laporan relawan dompet dhuafa para pengungsi mengharapkan bantuan kebutuhan mendesak seperti, makanan siap saji, obat-obatan, alas tidur/Selimut/Matras dan pakain kering serta air bersih untuk makan dan minum.(#)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

breaking News :